Kehamilan Pertamaku – Malaikat kecilku

Dear malaikat kecilku,cerita ini mama tulis dengan harapan suatu hari nanti kamu akan membaca dan memahami bahwa mama sangat bahagia dan tidak sabar ingin berjumpa denganmu di dunia ini.

Menikah tanggal 9 desember 2018 dan berselang dua bulan kemudian, Alhamdulillah Allah telah mempercayakan anugerah terbesar-Nya yang diberikan kepada kami, pasangan yang sedang belajar bagaimana cara menjalani kehidupan rumah tangga sesungguhnya. Saya tidak tahu bahwa saat itu sedang hamil. Jadi berawal dari telat datang bulan 10 hari tepatnya di tanggal 14 maret 2019, saya berinisiatif untuk melakukan tes kehamilan dengan test pack yang hasilnya ternyata garis 2 (positif). Masih ragu dengan hasilnya, tiga hari kemudian saya melakukan tes lagi dengan test pack dan hasilnya sama. Kamu tau nak? rasa senang, bahagia, bersyukur, terharu campur aduk jadi satu walau mama tidak sampai menangis waktu itu.

Hari itu juga, tawaran pekerjaan yang sudah saya terima langsung saya batalkan karena saya merasa bahwa saya tidak cukup kuat untuk bekerja saat hamil. Saya sangat khawatir akan terjadi hal yang tidak diinginkan jika terlalu lelah atau banyak pikiran karena pekerjaan. Itulah pilihan yang mama ambil demi kamu,nak. Mama tidak ingin kehilangan kamu, keajaiban terbesar dalam hidupku.

Tanggal 23 Maret 2019, saya dan suami memeriksakan kandungan di RS. Hermina Jatinegara. Ada rasa khawatir yang melanda hati ini karena sebenarnya masih ragu apakah kondisi kehamilan ini baik-baik saja. Dokter yang kami kunjungi tidak cukup responsif, wajar jika kami ingin mengetahui lebih banyak hal tentang kehamilan pertama ini namun sepertinya beliau kesannya agak terburu-buru. Dari hasil pemeriksaaan pertama, diketahui usia janin sudah berumur 5-6 minggu dan jika saya hitung back date maka kehamilan hari pertama tepat terjadi di hari ulang tahun saya yaitu tanggal 16 Februari 2019. Padahal saat awal maret dimana saya belum tahu bahwa sedang hamil, kami sempat jalan-jalan keliling singapura bahkan distance walk bisa berkilo-kilo meter dan beberapa kali saya minum soda saat itu tapi Alhamdulillah tidak terjadi hal yang mengkhawatirkan yang bila dihitung usia kangdungan baru berumur 3 minggu saat kami holiday. Mungkin itulah hadiah terindah dari Allah yang saya dapatkan di hari ultah yang ke-28 :). Namun yang bikin saya agak khawatir dari pemeriksaan pertama ini adalah di layar monitor USG hanya terlihat kantong janin dan belum terlihat isi janinnya, Dokter mengatakan bahwa usia kehamilan masih terlalu dini jadi janin belum bisa terlihat dan jika dua minggu dari sekarang janin masih belum terlihat artinya janin tidak berkembang dan harus dikeluarkan. Saat mendengar kata-kata itu, jujur saya sangat sedih sekali dan berharap tidak mendengar kata-kata itu lagi. Di sepanjang lorong rumah sakit bahkan sampai di rumah pun, saya masih terngiang-ngiang dengan kata-kata dokter tersebut apalagi beliau menyampaikan dengan nada yang sangat tegas sehingga benar-benar tertanam di benak saya. Dari RS. Hermina, saya diberi suplemen/vitamin untuk kehamilan serta obat penguat kandungan untuk durasi dua minggu. Setelah dua minggu saya disuruh balik lagi namun saya sudah berniat untuk ganti dokter karena dari awal saya sudah tidak respect dengan perangai dokter yang terkesan cuek dan buru-buru itu.

Hari demi hari saya lewati, harapan dan doa agar bisa melihatmu selalu ada di hati ini. Setelah review pengalaman para ibu dan berdasarkan hasil review dari internet, maka saya dan suami memutuskan untuk konsultasi berikutnya di RSIA Bunda di Menteng. Dr. Taufik Jamaan adalah dokter kedua untuk kehamilan ini. Dokternya ramah banget dan selalu memberi support untuk kami sehingga semangat saya yang tadinya agak down jadi bangkit kembali saat beliau memberi beberapa nasehat. Di hari itu tepatnya tanggal 6 April, akhirnya mama bisa melihat kamu sayang di layar monitor USG walau masih kecil banget. Ukuran janin saat itu diperkirakan berusia 7-8 minggu dengan kondisi yang baik dilihat dari keadaan rahim dan indung telur tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Dokter meresepkan vitamin/suplemen kandungan serta penguat kandungan karena masih dibawah usia 3 bulan.

Yups, di usia kehamilan 7-8 minggu ini, saya pun sepanjang hari merasakan mual walau tidak sering muntah,mungkin karena ukuran kantong rahim dan ukuran janin yang semakin membesar, hal yang sangat wajar disebabkan adanya perubahan hormon kehamilan. Dimulai dari bangun di pagi hari sampai dengan mau tidur di malam hari, rasa mual itu selalu ada bahkan hanya hilang beberapa menit saja. Perut juga agak terasa kaku apabila duduk terlalu lama dan yang jelas mual saat hamil dan saat sakit maag terasa berbeda, Kebetulan saya juga ada riwayat sakit maag tapi ternyata mual saat maag akan terasa sampai ke ulu hati namun mual saat hamil tidak terasa sampai ke ulu hati hanya berlangsung terus-terusan. Kebetulan di awal kehamilan 1-2 bulan saya cukup rajin mengkonsumsi susu kehamilan merek Anmum, dua kali sehari namun setelah menginjak usia janin 8 minggu ke atas, tiap minum susu rasa mual itu langsung muncul. Sehingga harus disiasati dengan pengganti kalsium yang lain karena saat hamil akan ada pembagian sari-sari makanan antara ibu dan janin.

Saran saya jika merasa mual di pagi hari, saat subuh minumlah air putih yang cukup dan segera makan biskuit tanpa cream atau yang tidak terlalu manis seperti biskuit regal, biskuat dan sejenisnya. Jika masih merasa mual boleh ditambah dengan makan pisang atau bubur supaya ada tenaga karena berdasarkan pengalaman saya, saya tidak bisa makan berat di pagi hari selain roti, biskuit, pasta, bubur, dan pisang. Pernah saya coba untuk makan lontong sayur atau nasi uduk dan setengah jam kemudian langsung saya muntah. Untuk posisi tidur juga disarankan agar miring ke kiri agar peredaran darah dan nutrisi ke plasenta dan janin menjadi lancar.

Sesuai saran dari dokter, apabila usia kehamilan masih di bawah tiga bulan maka sebaiknya melakukan konsultasi dua minggu sekali agar bisa dipantau secara detail karena kehamilan masih rentan namun apabila telah menginjak usia tiga bulan lebih maka frekuensi konsultasi kehamilan bisa dipadatkan menjadi sebulan sekali. Tanggal 20 April 2019, kami pun mengunjungi dokter Taufik lagi. Nah, saat konsultasi yang ketiga, di layar monitor USG sudah mulai terlihat kaki dan tangan dari janin walau belum terbentuk sempurna. Alhamdulillah , usianya diperkirakan sudah berumur 9 Minggu 4 hari dengan ukuran 2,76 cm dan perkiraan lahir sekitar pertengahan November 2019. Saat melihat kaki dan tangan mungil itu rasanya ingin banget langsung memeluk kamu nak. Mama selalu berharap kamu akan sehat selalu di dalam rahim ini ya. Mama janji akan selalu menjaga kamu sampai kamu selamat lahir ke dunia ini. Di sini ada kenang-kenangan saat usia kamu 9 Minggu 4 hari:

9 Weeks 4 Days pregnancy

Semoga kamu sehat selalu ya nak, sampai ketemu lagi di tanggal 18 Mei 2019. Miss u so much, my little one……

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: